SUMEDANG,– Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Herman Suryatman, mengapresiasi Ikatan Pencak Silan Indonesia (IPSI) Jatinangor yang menyelenggarakan Festival Pencak Silat Seni Tradisi Milangkala ke 2 IPSI Jatinangor yang diikuti seluruh perguruan Pencak Silat di Sumedang.
“Ada dua aspek dari kejuaraan pencak silat ini. Aspek olahraga dan melestarikan tradisi, ” kata Herman, saat membuka Festival Pencak Silat Seni Tradisi Jatiangor CUP 2023 se Kabupaten Sumedang, di GOR ITB Jatinangor, Minggu (1/10/2023).
Menurutnya, satu aspek olahraga membuat peserta yang kebanyakan anak-anak akan sehat dan menjadi generasi penerus yang kuat dan tangguh.
“Melestarikan seni tradisional dan ada tontonan dengan nilai tuntunan. Nilai hiburan bisa menyaksikan iringan musiknya yang luar biasa khas ada suara khas kendang, gong, terompetnya. Sangat menghibur, itu tontonan,” ungkapnya.
Hal yang paling terpenting dari pencak silat, sambungnya, adalah nilai tuntunan.
“Ada pembangunan karakter. Bagaimana anak-anak bisa menjadi pendekar untuk membela kebenaran,” ujar Herman.
Menurutnya, para peserta bisa menjadi pendekar di sekolah atau di luar sekolah yang bisa mencegah jika ada bullying atau perundungan.
“Insha Allah anak-anak ini nyalinya bagus karena mereka pendekar yang mempunyai karakter baik. Karena tentu pendekar sejati itu pendekar yang mempunyai niat ibadah dan punya niat untuk memberikan mangfaat,” katanya.
Herman mengungkapkan, pencak silat bisa menorehkan prestasi.
“Tempo hari di ajang tingkat provinsi bisa menyabet tiga perunggu dan ke depan bisa mendapatkan medali emas,” katanya.
Herman berharap, IPSI Sumedang bisa menggelar Kejuaraan Pencak Silat bukan hanya tingkat Sumedang tapi mengundang peserta dari luar daerah. (hm/bn/bs)