SUMEDANG, patrolicyber.com — Walaupun setiap tahunnya dana bantuan yang berasal dari Pusat, Provinsi dan Kabupaten terus dikucurkan bagi para peternak sapi dan domba di Sumedang, namun kenyataannya sampai dengan saat ini belum bisa mencukupi kebutuhan masyarakat akan ternak di Sumedang.
Kondisi demikian diketahui dari penuturan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispeterpan) Kab. Sumedang saat menyampaikan laporannya dihadapan Bupati Sumedang H. Eka Setiawan dalam acara Evaluasi dan Pembinaan Peternak yang diselenggarakan di Aula Kantor Dinas Peterpan, Senin (8/1/18).
Bahkan, menurut Ade, ketika akan membeli Sapi atau Domba menggunakan dana yang berasal dari Pemerintah, pihaknya harus mencari Sapi dan Domba dari luar Kab. Sumedang karena tidak adanya ketersediaan ternak yang mumpuni.
“Barangkali ini yang harus kita pikirkan bersama, bagaimana caranya para peternak yang dua atau tiga tahun sebelumnya telah mendapat bantuan ternak, kemudian mampu menyediakan kebutuhan ternak apabila ada bantuan selanjutnya sehingga uang berputar di Sumedang,” bebernya.
Selain hal itu, pada kesempatan tersebut Ade pun memohon kepada Bupati agar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk sektor peternakan nominalnya lebih meningkat di masa mendatang.
“Tahun 2017 lalu, total penerima manfaat dari DBHCHT ada sebanyak 23 kelompok ternak terdiri dari kelompok ternak Sapi dan Domba. Namun apabila dalam sebuah kelompok terdapat 30 orang anggota dan dari DBHCHT hanya mampu untuk membeli 20 ekor sapi, maka satu orang anggota hanya memiliki separuh dari sapi,” ungkap Ade.
“Untuk itulah, kalau bisa saya mohon kepada Bapak (Bupati) kiranya jumlah DBHCHT untuk sektor peternakan dapat ditambah,” imbuhnya.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Eka menegaskan dirinya sangat mendukung atas apa yang dipaparkan oleh Ade, dimana para peternak di Sumedang harus mulai mampu mengelola dan memanfaatkan setiap dana bantuan yang berasal dari pemerintah dengan baik, salah satunya indikatornya adalah dengan keberhasilan dalam pengelolaan ternak masing-masing kelompok peternak.
“Dengan banyaknya bantuan dari pemerintah, ironis apabila kita masih ketergantungan ke daerah lain ketika kita memerlukan ternak,” ujar Eka.
Dituturkan Eka, para peternak Sumedang pun ke depan harus mampu menyediakan daging untuk konsumsi masyarakat, karena kebutuhan masyarakat akan daging cukup tinggi.
“Tingginya kebutuhan masyarakat di Sumedang bahkan Jawa Barat khususnya sangatlah tinggi, dan ini harus bisa kita dorong sehingga peternakan juga menjadi sektor unggulan Sumedang,” tukasnya.
Terkait harapan Ade agar meningkatnya jumlah DBHCHT pada sektor peternakan, Eka meresponnya secara positif dan berjanji untuk mengusahakan agar DBHCHT sektor peternakan dapat ditingkatkan.
“Saya sepakat kalau DBHCHT porsinya diberi lebih, karena ke depan, selain infrastruktur kita juga akan fokus terhadap pertanian dan juga peternakan sehingga kesejahteraan masyarakat Sumedang dapat meningkat,” pungkasnya. (Abas)