KOTA BANJAR,- Berawal dari pinjaman kredit di Bank Banten yang diduga bermasalah karena dampak ketidaktransparanan, hingga tabungan pensiunan (taspen) milik Parjiem disinyalir telah dicairkan oleh oknum pihak lain yang mengaku memiliki bukti surat kuasa pengambilan. Kini keduanya dipersoalkan.
Ny. Parjiem berharap dan meminta kepada Mey selaku pimpinan Bank Banten Cabang Tasikmalaya untuk dapat merealisasi permohonannya. Adapun permohonan Parjiem yang diterima PatroliCyber sebagai berikut:
- Membuatkan surat rincian pencairan kredit dan bukti rincian total pengeluaran yang dianggap sah dan resmi menurut aturan internal Bank Banten yang disepakati kedua belah pihak, antara Bank Banten Cabang Tasikmalaya dengan saya selaku nasabah.
- Membuktikan surat kuasa pengambilan uang beserta rincian penggunaanya terkait pengambilan sejumlah uang jutaan rupiah milik saya di kantor Taspen Cabang Tasikmalaya yang diduga dilakukan oleh saudara Budi Jarwantoro tanpa sepengetahuan saya pemiliknya.
- Menerangkan dengan rinci, yaitu terkait sejumlah uang yang dipergunakan oleh saya sebesar Rp 45.000.000 berikut jasanya, yang katanya uang tersebut hasil pinjam dari oknum rentenir di Tasikmalaya , serta terangkan berapa jumlah sisa uang gajih milik saya.
Demikian perhonanan ini saya buat dengan besar harapan, pihak Bank Banten Cabang Tasikmalaya dibawah pimpinan ibu Mey beserta saudara Budi Jarwantoro selaku Kabag Kreditnya untuk dapat merealisasinya.
“Hal itu dperlukan guna transparansi bagi para calon-calon nasabah, serta melindungi nama baik lembaga, juga dirinya sendiri selaku pelayan publik dari kejamnya fitnah yang timbul dari dampak ketidakterbukaannya,” ungkap Parjiem.
Ia juga berharap, pimpinan Bank Banten Cabang Tasikmalaya, Mey lebih bijak dalam menilai dan menterjemahkan maksud dari tujuan Parjiem, sehingga tidak ada kesan turut menutupinya.
Selain itu, Parjiem juga menyebutkan isi pesan WhatsApp (WA) dari Pimpinan Bank Banten kepada dirinya. Adapun isi pesan tersebut sebagai berikut:
Ibu, apakah kurang jelas penjelasan dari pak Budi? Dan apakah kurang jelas juga yang saya sampaikan kemarin ke ibu, mangga ibu kapan ada waktu datang ke Kantor Bank Banten.
Lantas, Parjiem membalas pesan WA tersebut:
Menanggapi pesan WA yang ibu pimpinan kirimkan, sepertinya ibu pimpian belum memahami maksud dan tujuan saya selaku nasabah Bank Banten yang tiada lain inginkan ketransparanan terkait penggunaan uang milik saya itu.
Karena pembenaran tidak cukup dengan basa basi obrolan dan keterangan sepihak tapi dibutuhkan bukti tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi PatroliCyber melalui pesan WA, pegawai Bank Banten Cabang Tasikmalaya, Budi Jarwanto menyampaikan, terkait persoalan Parjiem, pihak Bank Banten sudah mengklarifikasi dan telah diinformasikan ke Parjiem maupun keluarga.
“Walaupun sebelumnya sudah beberapa kali hal ini sampaikan, perihal keberatan di surat pernyataan yang sesuai pengakuan ibu (Parjiem, red) bahwa bukan ibu yang buat, juga sudah diklarifikasi,” jelasnya.
“Jadi yang selama ini ibu Parjiem pertanyakan, sepertinya sudah tidak ada yang dipersoalkan. Pada saat penjelasan atau klarifikasi dengan beberapa saksi dan data yang disajikan juga sudah tidak ada sanggahan lagi dari ibu, artinya semua sudah clear. Demikian terima kasih,” tulis Budi.
Namun, pernyatan Budi Jarwantoro itu ditepis oleh Parjiem. Menurutnya pernyataan Budi Jarwantoro tidak mendasar pada kebenaran, dan tidak menunjukan sikap profesionalitasnya sebagai sosok pelayan masyarakat atas Bank Banten yang berintegritas.
“Mohon sampaikan sama Budi Jarwantoro, jangan asal ngomong tuh. Kapan ketemu saya, dan dimana ketemunya,” ucap Parjiem kepada wartawan.
“Semenjak kita sama-sama pulang dari Bank Banten di Tasikmalaya ,hingga saat ini saya belum penah ketemu Budi lagi,” tegasnya.
“Dan sampaikan juga tuh sama Budi, kerjalah yang professional. Layani lah masyarakat dengan baik, utamakan kejujuran dan transparansi dalam mengambil sikap. Hindari lah kebohongan. Ketahui lah oleh saudara Budi Jarwantoro, yang pinjam kredit ke Bank Banten itu atas nama saya, dan yang bayarin kredit ke bank itu juga saya. Jadi dalam persoalan ini saudara Budi Jarwantoro jangan bawa-bawa nama keluarga saya , juga anak anak saya. Segeralah selesaikan persoalan ini dengan bijak dan berintegritas,” pungkas Parjiem. (JH)