Bandung, – Harga-harga komoditas bahan pangan saat ini masih belum stabil, bahkan cenderung mengalami peningkatan. Masih memerlukan intervensi dari pemerintah agar pasokan komoditi bahan pangan tetap tersedia, di samping tetap menjaga kemampuan daya beli masyarakat melalui berbagai program padat karya.
Tapi apa yang terjadi saat ini tentu saja berbeda, kenaikan harga yang disebabkan oleh COVID-19 semakin kentara. Daya rusaknya lebih berat dari hari-hari biasa. Sehingga perlu penanganan serius agar kondisi tidak semakin parah. Penanganan kenaikan harga bahan pangan setidaknya dapat dilakukan dengan peningkatkan produksi, komunikasi yang efektif dan melakukan kerjasama dengan daerah lain.
Peran pemerintah adalah menjaga komponen yang potensial bergejolak (Volatile Food) dalam kisaran 3-5 persen, begitu arahan dari Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia. Volatile Food diperlukan untuk menjaga stabiiitas harga komoditas, sehinga kenaikan harga masih dalam taraf yang wajar. Gejolak harga pangan yang tiba-tiba, bisa saja menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan masyarakat.
Seperti yang dilakukan Anggota patroli Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jabar Dipimpin oleh Danki 1 AKP Yadi Kusmayadi, S.H.,M.H melaksanakan penanaman dan Cek ketahanan pangan serta menerima baik keluhan maupun aspirasi dari para Petani karena disebabkan oleh sulitnya stok pangan yang disebabkan oleh pandemi Virus Corona ini.Jum’at (12/02/2021).
Dalam hal ini Patroli Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jabar membenarkan bahwa saat ini adalah masa yang sulit untuk stok bahan pangan karena perlu adanya bantuan atau konstribusi dari pemerintah untuk pengendalian ketersediaan bahan pangan pada masa pandemi virus Corona saat ini.
“Dalam hal ini kami sebagai aparat Kepolisian hanya bisa memonitoring dan menampung keluhan dari masyarakat terkait ketahanan bahan pangan yang sampai saat ini dikira masih belum stabil, tak lupa untuk para pedagang kami pun menghimbau untuk selalu berpikir kedepan terkait ketahanan pangan ini dan jangan lupa untuk selalu menggunakan masker dan menerapkan Protokol Kesehatan pada saat berdagang” Ungkap AKP Yadi pada saat kegiatan patrolinya.
Di tempat terpisah, Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat Kombes Pol. Yuri Karsono, S.I.K., mengatakan “Terus menjadi yang terdepan dalam memberi himbauan serta ajakan kepada masyarakat, dalam mematuhi setiap anjuran, aturan dalam pengendalian untuk menghentikan penularan wabah virus corona dan selalu menjaga diri dari tindak kejahatan.” imbuhnya.
Kombes Pol. Yuri Karsono, S.I.K., menambahkan “kegiatan ketahanan pangan ini merupakan salah satu bentuk Bakti Brimob Polda Jabar untuk masyarakat dalam menghadirkan Negara di tengah-tengah masyarakat”.
“Ini merupakan wujud Bhakti Brimob Polda Jabar dalam hal ini di wilayah Bandung, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman serta kedekatan emosional antara Brimob dengan Masyarakat dalam memutus mata rantai Virus Covid-19 ″, ujarnya Kombes Pol. Yuri Karsono.