SUMEDANG,– Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar, Yogie Yaman Sentosa memberikan pandangan terkait peran pemerintah. Menurutnya, pemerintah tidak sepatutnya melakukan miss leading terkait isu pangan dengan terburu-buru mengeluarkan perpres mengenai 11 bahan pangan pokok yang akan dikusai negara.
“Bayangkan policy sini diambil justru dampaknya adalah ada persaingan tentang penawaran harga hpp bukan persaingan tentang produktivitas pangan. Lalu bagaiamana apabila policy tersebut sekuat apa dana pemerintah untuk membeli semua hasil pangan petani? Atau sebaliknya sekuat apa petani memunuhi kebutuhan pemerintah?” kata Yogie, melalui siaran persnya, Senin (31/10/2022).
Menurut Yogie, seharusnya pemerintah lebih mempunyai sense of crisis yang mendalam terkait hal tersebut. Sehingga policy yang diambil hari ini semangatnya adalah meningkatkan produktivitas pertanian agar stock pangan berlimpah, dengan artian pemerintah lebih baik pada fokus pembenahan ekosistem sektor pertanian.
Melihat isu tersebut, Yogie Yaman Sentosa, menyambut baik dengan kehadiran BUMD Kampung Makmur. Tapi menurutnya, akan lebih bijak BUMD juga bisa mempertanggungjawabkan kepada publik bagaimana dampak yang dirasakan petani terkait BUMD tersebut sejalan dengan kehadiran Perpres tersebut BUMD Kampung Makmur.
“Harapannya adalah semangatnya adalah membangun ekosistem pertanian di Sumedang untuk membuat petani sejahtera dan produktivitas meningkat, itu mencapai tujuan ke arah sana diperlukan kolaborasi dan inovasi. Jadi jangan sampai BUMD ini asik sendiri, ada Namanya tidak terasa dampaknya terkhusus oleh petani,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terlebih BUMD Kampung Makmur sudah bisa melihat menghitung terlebih dahulu ketanganan pangan kabupaten sumedang kekuatannya kita dititik mana dengan suplai dan demand yang akurat.
“Krisis pangan sudah pasti terjadi bukan hanya di Indonesia termasuk di dunia bahkan di Sumedang dengan beralihnya sektor sektor pertanian kepada sektor industri dan sektor ril lainnya,” jelasnya.
“Sehingga yang memungkinan BUMD hari ini adalah mengambil langkah-langkah tentang bagaimana ekosistem sektor pertanian ini dibangun dampaknya produktivitas sektor pertanian kita meningkat akan lebih konkrit meminamilisir terjadinya krisis pangan,” pungkasnya. (Abas)