JAKARTA,– Presiden Joko Widodo selaku Ketua Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menekankan untuk memprioritaskan perluasan dan kemudahan akses layanan keuangan formal melalui layanan keuangan digital bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya pelaku usaha mikro, petani/peternak, dan pemuda sesuai amanat Perpres No 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan kerja sama dengan stakeholder keuangan inklusif kian gencar mengintegrasikan kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif pada sektor agrikultur/peternakan guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sekretariat DNKI bersama Kementerian/Lembaga anggota DNKI telah menyusun skema perluasan inklusi keuangan bagi peternakan rakyat milenial terpadu sebagai implementasi yang konkrit dari pelaksanaan Strategi Nasional Keuangan Inklusif,” tutur Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah, Erdiriyo, yang mewakili Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan selaku Seketaris DNKI pada kegiatan Perluasan Keuangan Inklusif bagi Klaster Peternakan Rakyat Milenial Terpadu (09/03).
Melalui skema perluasan keuangan inklusif bagi klaster peternakan rakyat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, peternak dapat mengoptimalkan hasil peternakan melalui mengelolaan supply dan demand yang baik, mempermudah penyaluran subsidi, serta mendorong regenerasi peternak dengan melahirkan peternak milenial. Integrasi kegiatan ekonomi dengan keuangan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang mencakup pemerintah, peternak, offtaker, lembaga keuangan, industri, dan lain sebagainya.
buy flexeril online https://marjukarin.ee/wp-content/languages/wpml/missing/new/flexeril.html no prescription
“Kolaborasi antara Dewan Nasional Keuangan Inklusif dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui digitalisasi pada ekosistem peternakan dapat mengangkat harkat hidup dan tingkat ekonomi khususnya bagi peternak” pungkas Erdiriyo.
Turut hadir dalam FGD ini Bupati Sumedang, Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat, Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat, Asdep Kewirausahaan Kemenpora, Direktur TJSL Kementerian BUMN, Direksi Bank BJB, Jamkrindo, Jasindo, Telkom Indonesia, Pertamina dan CEO CJM Farm. (abas)