SUMEDANG,– Dari Januari sampai dengan Oktober 2021, tercatat 103 kejadian bencana di Kabupaten Sumedang yang didonimasi oleh bencana alam berupa tanah longsor, pohon tumbang, banjir, pergerakan tanah dan angin puting beliung.
Laporan tersebut disampaikan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang Iwan Hermawan usai mengikuti acara Pers Rilis di Mako Polres Sumedang, Senin (22/11/2021).
Dikatakan, potensi bencana banjir dan longsor disebabkan oleh intensitas hujan cukup tinggi di wilayah Sumedang dimana Fenomena La Nina mengakibatkan curah hujan naik 30% di awal musim ini dibanding awal musim hujan tahun lalu, serta diperkirakan puncak curah hujan terjadi pada Januari – Maret 2022 dengan kenaikannya mencapai 70%.
“BPBD Sumedang mencatat lokasi kebencanaan terkait hidrologis yakni banjir dan longsor ada di 26 kecamatan dimana potensi bencana banjir ada di 128 desa dan tanah longsor di 127 desa. Sedangkan potensi gerakan tanah di 26 kecamatan menengah-tinggi,” katanya.
Semua titik potensi bencana itu terus dipantau dan diantisipasi BPBD serta unsur pemerintah kecamatan dan desa sebagaimana instruksi Bupati Sumedang Surat Edaran dan SK Bupati.
“Untuk mengantipasi bencana, Bupati sudah mengeluarkan Surat Edaran Kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana banjir dan gerakan tanah , menerbitkan SK Bupati tentang penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, menerbitkan SK Bupati perihal Langkah Kesiapsiagaan menghadapi La Nina serta membuat surat potensi gerakan tanah setiap bulan ke 26 kecamatan,” ujarnya.
Bupati Dony Ahmad Munir dalam kesempatannya meminta agar para camat memastikan kesiapsiagaan aparat kewilayahannya di tingkat kecamatan, desa/kelurahan agar bisa segera merespon setiap peringatan dini yang disampaikan dengan langkah-langkah mitigasi dan evakuasi dini.
“Penanganan darurat dilakukan dengan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Forkopimcam, pemerintahan desa/kelurahan, TNI, Polri, dinas instansi atau lembaga terkait lainnya. Rekomendasi hasil assessment dan penanggulangan darurat disampaikan kepada perangakat daerah dan atau lembaga teknis sesuai bidangnya,” ujarnya.
Selain perlunya edukasi dan sosialisasi di titik-titik rawan bencana, Bupati juga meminta agar masyarakat mengaktifkan kembali gerakan kebersihan di lingkungannya masing-masing.
“Saya menganjurkan agar warga mengintensifkan gerakan jumat bersih dengan menjaga kebersihan lingkungan dari sampah terutama pada saluran-saluran air baik di pemukiman maupun di luar areal pemukiman,” katanya.
Dikatakan Bupati, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi perlu dilakukan bersama-sama, terintegrasi dan melibatkan semua pihak.
“Mulai dari pemerintah, komunitas, sampai masyarakat semua berpartisipasi dalam meminimalkan potensi dampak bencana sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya,” katanya.
Bupati juga meminta agar semua pihak tetap waspada dan saling menjaga di musim hujan.
“Untuk warga Sumedang agar selalu waspada. Jika ada pontensi bencana, hubungi call centre BPBD Sumedang 0811 2065 733. Semoga selamat alam sentosa,” ucapnya. (abas)